Tampilkan postingan dengan label Umum. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Umum. Tampilkan semua postingan

Sabtu, Oktober 25, 2008

4 Kunci Keluarga Harmonis

Harmonis adalah perpaduan dari berbagai warna karakter yang membentuk kekuatan eksistensi sebuah benda. Perpaduan inilah yang membuat warna apa pun bisa cocok menjadi rangkaian yang indah dan serasi.

Warna hitam, misalnya, kalau berdiri sendiri akan menimbulkan kesan suram dan dingin. Jarang orang menyukai warna hitam secara berdiri sendiri. Tapi, jika berpadu dengan warna putih, akan memberikan corak tersendiri yang bisa menghilangkan kesan suram dan dingin tadi. Perpaduan hitam-putih jika ditata secara apik, akan menimbulkan kesan dinamis, gairah, dan hangat.

Seperti itulah seharusnya rumah tangga dikelola. Rumah tangga merupakan perpaduan antara berbagai warna karakter. Ada karakter pria, wanita, anak-anak, bahkan mertua. Dan tak ada satu pun manusia di dunia ini yang bisa menjamin bahwa semua karakter itu serba sempurna. Pasti ada kelebihan dan kekurangan.

Nah, di situlah letak keharmonisan. Tidak akan terbentuk irama yang indah tanpa adanya keharmonisan antara nada rendah dan tinggi. Tinggi rendah nada ternyata mampu melahirkan berjuta-juta lagu yang indah.

Dalam rumah tangga, segala kekurangan dan kelebihan saling berpadu. Kadang pihak suami yang bernada rendah, kadang isteri bernada tinggi. Di sinilah suami-isteri dituntut untuk menciptakan keharmonisan dengan mengisi kekosongan-kekosongan yang ada di antar mereka.

Ada empat hal yang mesti diperhatikan untuk menciptakan keharmonisan rumah tangga.keempatnya adalah:

1. Jangan melihat ke belakang

Jangan pernah mengungkit-ungkit alasan saat awal menikah. “Kenapa saya waktu itu mau nerima aja, ya? Kenapa nggak saya tolak?” Buang jauh-jauh lintasan pikiran ini.

Langkah itu sama sekali tidak akan menghasilkan perubahan. Justru, akan menyeret ketidakharmonisan yang bermula dari masalah sepele menjadi pelik dan kusut. Jika rasa penyesalan berlarut, tidak tertutup kemungkinan ketidakharmonisan berujung pada perceraian.

Karena itu, hadapilah kenyataan yang saat ini kita hadapi. Inilah masalah kita. Jangan lari dari masalah dengan melongkok ke belakang. Atau, na’udzubillah, membayangkan sosok lain di luar pasangan kita. Hal ini akan membuka pintu setan sehingga kian meracuni pikiran kita.

2. Berpikir objektif

Kadang, konflik bisa menyeret hal lain yang sebetulnya tidak terlibat. Ini terjadi karena konflik disikapi dengan emosional. Apalagi sudah melibatkan pihak ketiga yang mengetahui masalah internal rumah tangga tidak secara utuh.

Jadi, cobalah lokalisir masalah pada pagarnya. Lebih bagus lagi jika dalam memetakan masalah ini dilakukan dengan kerjasama dua belah pihak yang bersengketa. Tentu akan ada inti masalah yang perlu dibenahi.

Misalnya, masalah kurang penghasilan dari pihak suami. Jangan disikapi emosional sehingga menyeret masalah lain. Misalnya, suami yang tidak becus mencari duit atau suami dituduh sebagai pemalas. Kalau ini terjadi, reaksi balik pun terjadi. Suami akan berteriak bahwa si isteri bawel, materialistis, dan kurang pengertian.

Padahal kalau mau objektif, masalah kurang penghasilan bisa disiasati dengan kerjasama semua pihak dalam rumah tangga. Tidak tertutup kemungkinan, isteri pun ikut mencari penghasilan, bahkan bisa sekaligus melatih kemandirian anak-anak.

3. Lihat kelebihan pasangan, jangan sebaliknya

Untuk menumbuhkan rasa optimistis, lihatlah kelebihan pasangan kita. Jangan sebaliknya, mengungkit-ungkit kekurangan yang dimiliki. Imajinasi dari sebuah benda, bergantung pada bagaimana kita meletakkan sudut pandangnya.

Mungkin secara materi dan fisik, pasangan kita mempunyai banyak kekurangan. Rasanya sulit sekali mencari kelebihannya. Tapi, di sinilah uniknya berumah tangga. Bagaimana mungkin sebuah pasangan suami isteri yang tidak saling cinta bisa punya anak lebih dari satu.

Berarti, ada satu atau dua kelebihan yang kita sembunyikan dari pasangan kita. Paling tidak, niat ikhlas dia dalam mendampingi kita karena Allah sudah merupakan kelebihan yang tiada tara. Luar biasa nilainya di sisi Allah. Nah, dari situlah kita memandang. Sambil jalan, segala kekurangan pasangan kita itu dilengkapi dengan kelebihan yang kita miliki. Bukan malah menjatuhkan atau melemahkan semangat untuk berubah.

4. Sertakan sakralitas berumah tangga

Salah satu pijakan yang paling utama seorang rela berumah tangga adalah karena adanya ketaatan pada syariat Allah. Padahal, kalau menurut hitung-hitungan materi, berumah tangga itu melelahkan. Justru di situlah nilai pahala yang Allah janjikan.

Ketika masalah nyaris tidak menemui ujung pangkalnya, kembalikanlah itu kepada sang pemilik masalah, Allah swt. Pasangkan rasa baik sangka kepada Allah swt. Tataplah hikmah di balik masalah. Insya Allah, ada kebaikan dari semua masalah yang kita hadapi.

Lakukanlah pendekatan ubudiyah. Jangan bosan dengan doa. Bisa jadi, dengan taqarrub pada Allah, masalah yang berat bisa terlihat ringan. Dan secara otomatis, solusi akan terlihat di depan mata. Insya Allah!



Sumber : www.dakwatuna.com

Read more...

Jumat, Oktober 24, 2008

9 TIPS MEMBERI NAMA ANAK


Memberikan nama untuk anak itu susah-susah gampang. Salah-salah nama
bisa jadi beban buat si Anak. Maka hati-hatilah dalam memberikan nama
untuk anak tersayang. Karena nama akan disandang seumur hidupnya.



1. Nama itu mengandung do'a.

Nama anak itu cermin harapan orang tua. Nama itu mengandung Do'a.Tetapi
do'anya yang singkat saja. Kalau terlalu panjang nanti dikira Tahlil
atau Wirid. Kalau dipanggil bukannya nengok, malah bilang "Amiinn.."



2. Nama jangan nyusahin orang Kelurahan

Nama anak mudah dibaca dan mudah ditulis. Meskipun tampaknya
bagus,jangan pakai huruf mati yang digandeng-gandeng atau didobel-dobel
(mis.Lloyd,Nikky, Thasya dll). Biasanya sama petugas Kelurahan akan
terjadi salah tulis dalam pembuatan Akta Kelahiran, Kartu Keluarga, KTP
dll.Nah... nggak enaknya lagi kalo kita minta revisi biasanya kena biaya
lagi... dan prosesnya lama lagi.



3. Nama jangan cuma satu kata

Minimal ada First Name, Nick Name dan Family name gitu loh.... Ini
penting terutama kalo pas lagi ngurus Paspor atau Visa. Nggak jadi
berangkat ke Amrik hanya gara-gara namanya cuma Prakoso atau Pamuji
atau Paryono khan esiaan...



4. Nama jangan terlalu panjang

Nama yang panjang bererot bisa bikin susah si pemilik nama. Disamping
susah ngingetnya, juga ngerepotin waktu ngisi formulir pendaftaran masuk
Perguruan Tinggi Negeri (dulu UMPTN). Itu lho..yang ngitemin
buletan-buletan pakai pensil 2B. Capeek khaan... Nama panjang seperti
Siti Hartati Riwayati Mulianingsih Adiningrum Mekar Berseri Sepanjang
Hari.... adalah sangat-sangat not-recommended.



5. Nama anak bersifat internasional

Anak kita hidup dimasa depan, di era globalisasi dimana hubungan dengan
dunia internasional amat sangat intens. Jadi jangan mempersulit anak
dengan nama-nama yang sulit di-eja. Nama Saklitinov msalnya orang
Jepang nyebutnya Sakuritino, orang Sunda bilang aktinop orang Amrik
bilang Sechlaytinove... Syusah khaaannn Padahal maksudnya Sabtu Kliwon
Tiga November...

6. Ketahuilah arti nama anak

Ketahuilah arti nama anak. Jangan memberikan nama hanya karena enak
diucapkan atau bagus ditulisnya. Nama Jalmowono memang sepintas enak
diucapkan dan bagus kalo ditulis tetapi ketahuilah bahwa Jalmowono itu
artinya Orang Utan.



7.Jangan pakai nama artis.

Nama artis memang bagus-bagus, cuma masalahnya kalau artis itu
kelakuannya baik... lha kalau jadi bahan gosip melulu khan jadi beban
juga buat si anak. Lagian pakai nama artis itu tandanya anda gak kreatif
dalam bikin nama.



8. Abjad huruf pertama nama anak.

Huruf pertama "A" pada nama anak ada enak gak enaknya. Gak enaknya kalau
pas ada ujian/test/wawancara sering dipanggil duluan. Gak sempet
nanya-nanya ama temannya. Tapi kadang-kadang juga pas giliran dapat
pembagian apa gitu, dapetnya juga sering duluan. Sebaiknya ambil huruf
pertama itu antara D sampai K. Cukupan lah... Huruf depan Z... wah..

biasanya adanya dibawah...



9. Jangan sok Kebarat-baratan

Jangan memberi nama anak dengan bergaya kebarat-baratan, biar dibilang
keren. Kudu diinget, anda lahir dibumi Indonesia, orang Indonesia,
kultur ya tetap orang Indonesia. Kalau nama keindo-indoan, tapi mukanya
ya melayu-melayu juga, malu sendiri kan, anaknya ya ortunya.. Lagian
kalo kejepit toh bilangnya "adawww...." bukan "Oh my God.."

Read more...

Selasa, September 02, 2008

Efek Samping Internet

Di Indonesia akses internet sudah merambah hampir ke semua lapisan masyarakat dan aksesnya pun semakin mudah dengan semakin menjamurnya warnet dan semakin murahnya biaya koneksi internet.

Kemajuan teknologi internet dan koneksi yang semakin mudah selain mendatangkan manfaat dalam hal kecepatan informasi juga mendatangkan efek samping dan pengaruh buruk yang wajib dijadikan perhatian khususnya bagi para orang tua dan guru, yaitu pornografi.

Dari artikel yang dikutip dari Detikinet, Pornografi yang semakin mudah diakses lewat internet dianggap menjadi penyebab makin banyaknya orang yang menganggap pornografi sebagai hal wajar. Demikian hasil studi dari para peneliti di Brigham Young University, Utah - Amerika Serikat. Penelitian ini melibatkan mahasiswa usia 18 sampai 26 tahun beserta 623 orang tua.

Dalam survei ini, 48 persen mahasiswa pria mengaku melihat pornografi secara rutin, jauh lebih banyak daripada mahasiswi. Pasalnya, hanya 3 persen saja di antara mahasiswi responden yang mengaku berbuat hal serupa.

Namun meski sangat sedikit mahasiswi yang mengaku melihat pornografi, 49 persen dari mereka dapat menerima bahwa pornografi merupakan hal wajar untuk mengekspresikan seksualitas. Di samping itu, survei ini juga mengungkapkan, 37 persen ayah dan 20 persen ibu mau menerima pornografi.

Para peneliti studi bertajuk 'Generation XXX: Pornography Acceptance and Use Among Emerging Adults' ini menyatakan bahwa kemudahan akses pornografi via internet dan perubahan norma sosial menjadi faktor utama yang menyebabkan pornografi makin diterima.



Read more...

Senin, Juni 02, 2008

Mengetahui Sebuah Kebohongan

Tak salah kalau kejujuran terasa begitu mahal. Bahkan jauh lebih mahal dari produk apapun yang diperdagangkan. Semahal apapun sebuah produk, kalau kamu memmpunyai uang kamu dapat membelinya. Tapi bisakah kejujuran dibeli? Tidak. Sayangnya, saat ini banyak orang yang kurang menghargai sebuah kejujuran. Orang lebih menghargai status, nilai, dan atribut kemewahanlainnya daripada sebuah kejujuran. Karena itu pula, mungkin kebohongan menjadi seperti mata rantai yang selalu sambung menyambung terus dari satu kebohongan ke kebohongan beikutnya, bahkan kebohongan akan menjadi sebuah trend dal berbagai sendi kehidupan. Dan memang, sekali saja kamu berbohong, akan sangat sulit untuk menghentikannya. Sebab satu kebohongan akan memerlukan kebohongan-kebohongan yang lain untuk menutupi kebohongan sebelumnya. So, bagaimana caranya sih untuk mengungkap suatu kebohongan itu???.

Menguntungkan diri sendiri

Akan sulit bagi siapapun untuk mempercayai kata-kata orang lain jika kata-kata tersebut cenderung menguntungkan dirinya sendiri. Karena itupula mungkin, kita akan sulit mempercayai produ-produk iklan di televisi.

Tidak mau kalah

Misalnya kamu lagi bercerita tentang liburanmu ke Jakarta dan menceritakan keadaan disana. Lalu kawanmu tiba-tiba memotong pembicaraanmu bahwa ia juga pernah ke Jakarta dengan cerita yang tak kalah seru dengan critamu. Terus kamu beralih ke cerita petualanganmu ke pegunungan dan temanmu menyambung lagi dengan cerita yang sama. Biasanya temen yang seperti ini adalah temen yang suka berbohong, artinya ia tidak mau kalah akan ceritamu.

Kontradiksi kata dan bahasa tubuh

Kata-kata mungkin bisa menipu, tapi bahsa tubuh, ekspresi wajah dan mata tak mungkin bisa menipu. So, kalo kamu sedang berbicaradengan lawan bicaramu, jangan hanya mendengarkan kata-katanya saja tapi juga pandangilah wajah dan matanya. Perhatikan juga ekspresi tubuhnya ketia ia sedang berbicara, jika tidak ada kontradiksi atau keselarasan antara kata-kata dengan bahasa tubuhnya. Misalnya ia berbicara padamu tapi ia mengedipkan matanya pada temenmu yang lain.

Mengganti tema pembicaraan

Misalnya pada saat kamu sedang berbicara pada temanmu mengenai hilangnya CD lagu kesukaanmu dan kamu sedang mencari-carinya karena CD itu pemberian kekasihmu, lalu temenmu itu akan mengalihkan pembicaraan ke topik yang lain (padahal dia sendiri yang mengambilnya) dengan tujuan untuk menjauhi prasangka dari temanmu yang kehilangan CD itu, hal ini dilakukan karena hati kecilnya dia merasa terancam karena dia merasa telah mengmbil barang orang lain.

Pujian kelewat tinggi

Tidak selamanya kebohongan itu bikin keki. Ada juga saat-sat dimana kita memerlukan kebohongan untuk memuji orang lain. Seperti contoh bait puisi : “sinar matamu indah berkilau bak intan permata”, belum tentu matanya itu indah berkilau, bisa jadi sayup dan lusuh. Tidak mungkin dong memuji orang dengan kata-kata yang “jujur” seperti berikut : “ matamu yang sayup itu bersinar redup seperti Mbok jamu. Lucu kan, tapi gak sopan dong. Jadi orang yang jatuh cinta itu lebih banyak berbohongnya ya!!!

Menyelamatkan diri

Kondisi seperti ini paling banyak melahirkan kebohongan, sudah tabiat kita mencari-cari alasan untuk membebsakan diri dari tanggung-jawab atau hukuman. Misalnya, ketika kamu terlambat datang ke sekolah. Kamu akan beralasan terjebak macet di jalan pada seorang guru piket agar kamu tidak mendapatkan hukuman lari mengelilingi lapangan atau push up, padahal dalam kenyataannya jalanan tidaklah macet malah kamu kesekolah dengan jalan kaki. Tapi untuk menyelamatkan diri, terkadang kita memang sulit menerapkan petuah Katakanlah yang jujur meski kejujuran itu terasa pahit

Read more...

Jumat, Mei 23, 2008

Bicara Dengan Bahasa Hati

Tak ada musuh yang tak dapat ditaklukkan oleh cinta. Tak ada penyakit yang tak dapat disembuhkan oleh kasih sayang. Tak ada permusuhan yang tak dapat dimaafkan oleh ketulusan. Tak ada kesulitan yang tak dapat dipecahkan oleh ketekunan. Tak ada batu keras yang tak dapat dipecahkan oleh kesabaran. Semua itu haruslah berasal dari hati anda.

Bicaralah dengan bahasa hati, maka akan sampai ke hati pula. Kesuksesan bukan semata-mata betapa keras otot dan betapatajam otak anda, namun juga betapa lembut hati anda dalam
menjalani segala sesuatunya.Anda tak kan dapat menghentikan tangis seorang bayi hanya dengan merengkuhnya dalam lengan yang kuat. Atau, membujuknya dengan berbagai gula-gula dan ata-kata manis. Anda harus mendekapnya hingga ia merasakan detak jantung yang tenang
jauh di dalam dada anda.

Mulailah dengan melembutkan hati sebelum memberikannya pada
keberhasilan anda.

Read more...

AKIBAT HOBY BERMAIN GAME


Banyak alternatif permainan untuk melepaskan stress atau sekedar melepaskan kejenuhan terhadap aktivitas yang kita jalani sehari-hari. Permainan bisa dimulai dari kartu hingga sekelas Play Station (PS), apalagi sekarang ini sudah terdapat game online yang begitu banyak digandrungi oleh kawula muda. Namun ternyata keasyikan kita bermain dapat membuat pacar kita merasa tak dipedulikan oleh kita.

Pengalaman ini pernah aku alami saat dimana aku keranjingan dengan yang namanya Wining Eleven (Permainan bola PS), pada waktu itu sedang diadakan perrtandingan PS di sebuah rental PS, saat aku mulai seru-serunya bermain PS dengan lawanku, selang beberapa menit Hape aku berbunyi, panggilan tersebut dari pacar aku, satu…dua kali panggilan ku cuekin saja, tapi lama-kelamaan pacarku mengirimkan sms saat itu tidak langsung aku buka sebab aku makin serius mengikuti alur pertandingan. Karena mungkin kesal panggilan dan sms tidak ada jawaban maka pacarku mulai memanggil lagi, hingga akhirnya ku angkat telponnya dengan keadaan aku sedang bermain karena peraturan tidak boleh menghentikan permainan pada saat berlangsung kecuali waktu break, aku pun menjawab dengan nada yang cepat banget dengan mata yang tak lepas dari monitor dan dengan nada yang kurang senang, “wah..aku sedang sibuk nih say,…ntar aku telepon balik aja ya! Tuh kan, jadi kalah lagi nih…gara-gara kamu sih telepon aku, tau aku sedang main PS,..udah ya.” Klik telepon pun aku putus begitu saja. Waktu itu aku gak sempat berpikir dan membayangkan gimana perasaan sang cewek aku dengan nada kalimat yang telah aku lontarkan, padahal dia cuman menanyai aku lagi dimana dan lagi apa?.

Akhirnya menjelang malam aku memutuskan untuk pulang, dan keesokan harinya saat masuk sekolah aku melihat pacarku masuk ke kelasnya saat dia menatap padaku dia malah membuang mukanya, aku tak terlintas apa yang ada dibenakku saat itu malah aku tak ingat kejadian waktu itu dan bertanya-tanya kenapa pacarku memalingkan wajahnya???..saat jam istirahat aku sengaja kekantin dan menanyain pacarku pada teman dekatnya, kata temennya dia lagi ga mood jadi diem aja dikelasnya, aku Tanya lagi kenapa dia merasa aneh melihat diriku??? Lalu temen dekatnya itu menceritakan kalau dia lagi kesel sama aku tentang telepon ditutup begitu saja dan menjawab dengan nada yang sama sekali tidak dia sangka. Dia berkata “ aku benci banget dengan cowo aku kalo lagi maen game…udah deh lupa sama aku, aku telepon malah apa coba jawabannya…pokoknya bikin jengkel banget, dan lebih parah lagi kalo permainannya kalah aku deh yang kena sasarannya”.

Nah, dari kejadian itu aku mulai mengurangi hobbi ku bermain game, ya setidaknya untuk kebaikan diri aku sendiri.

Gambaran diatas merupakan semakin digandrunginya sebuah game oleh anak-anak gaul. Dan kecanduan game seperti ini bukan hanya sebatas pada anak muda saja, tapi juga sudah masuk pada semua umur. Bahkan pelajar yang seharusnya jam belajar malah nongkrong di PS atau tempat game lainnya. Nah tips untuk kalian yang doyan main game biar gebetan kalian ga uring-uringan, so hobi games boleh tapi jangan lupa untuk tetap selalu memperhatikan cewe kamu walaupun sekedar SMS untuk tidak diganggu dahulu saat kamu sedang bermain, atau kalo boleh aku saranin nih biar cewe kamu seneng tambah mendingan kamu ajak main game bareng aja ma kamu, jadi kan sama-sama gamers tuh..enjoy aja.

Read more...

SISWA & CARA BARU BELAJAR EFEKTIF


Writen By Hendra Hendriana

Mail : ndathea83@gmail.com

Site : http://hendrahendriana.blogspot.com


Kalo mau jujur, bagi kebanyakan pelajar, saat ini kita belajar semakin jauh dari daftar aktivitas mereka sehari-hari. Silahkan saja kalo mau menampik, tapi sebelumnya selahkan lihat kegiata contek-mencontek yang begitu marak. Kenapa mereka mencontek? Tentunya tak lain mereka jarang belajar. Lalu, kenapa mereka jarang belajar? Sebab belajar itu sangat…sangat membosankan. Belajar seperti kegiatan rutinitas yang membuang waktu. Kenapa meski susah-susah membuka buku kalau soal nanti yang keluar hanya pilihan ganda atau hafalan definisi yang masih bisa dikarang, tinggal pilih saja saja salah satu dari empat jawaban dan pasti ada kemungkinan benarnya meski itu hanya sekecil 1 : 4 baik dengan cara itung kancing, tebak-tebakan dsb. Soal definisi itu pun masih bisa diakali dengan mencatatnya sekecil mungkin di kertas yang juga berukuran kecil yang sengaja dipersiapkan untuk catatan kecil ala mencontek siswa yang sudah trend dipelosok nusantara, tinggal di masukin saku, dompet atau diselip dikaus kaki beres deh urusan, mudah memang tapi kalo begitu terus apa artinya sekolah ya toh…tah ada ilmu yang masuk. Nah, tips belajar berikut buka untuk mengatrol nilai ulanganmu, tapi untuk menambah pengetahuan dan ilmu. Kalo sekedar ingin nilai yang bagus, gampang saja tinggal pelajari “ilmu mencontek” tapi buat apa nilai tinggi kalo otak kosong??? Buat apa nunggu 1-3 tahun atau 1-6 tahun kalo keluar nanti kita tidak mendapat ilmu apa-apa. Menipu guru itu tidak baik apalagi menipu diri sendiri.

Tips Pertama

Mulailah dari hal yang kamu senangi

Kalo kamu betah duduk berdua dengan doi hingga berjam-jam, itu tidak lain karena kamu senang padanya. Rasa senang terhadap sesuatu akan membuat seseorang ingin tahu lebih banyak tentang sesuatu itu. Karena itu, kalau kamu ingin belajar, sebaiknya cari tahu dulu pelajaran apa yang benar-benar kamu senangi. Dengan begitu, lembar-lembar buku pelajaran itu tidak akan terasa membosankan. Sebaliknya, setiap lembar dari buku tersebut akan memancingmu rasa ingin tahu.

Tak perlu di hafal

Menghafal pasti akan merasa sangat membosankan. Tidak hanya itu, belajar dengan cara menghafal justru akan mematikan potensi kreatif dan memandulkan nalar. Seekor burung beo seumur hidupnya akan mengucapkan kata-kata yang pernah di ajari oleh pemiliknya. System belajar burung beo itu tidak lain adalah menghafal. Mau kamu seperti beo? Dalam ilmu psikologi ada yang namanya inhibisit proaktif, artinya semakin sering menghafal akan memperburuk daya ingat! Persis seperti ujar-ujar pelajar iseng : semakin banyak menghafal semakin banyak pula yang kita lupa. Jadi budayakan “membaca” semakin kita sering membaca semakin kita akan melatih otak kita dalam berfikir dan memberikan solusi yang terbaik.

Dua pertiga malam

Cobalah bangun antara pukul 02.00 atau pukul 03.00, apalagi jika anda seorang beragama muslim terlebih dahulu melaksanakan sholat tahajud atau sholat hajat, rasakan kesunyiannya tak ada hiruk-pikuk, tak ada bising sinetron, tak ada suara kendaraan. Suara yang ada mungkin hanya dengungan suara nyamuk, ringkikan jangkrik yang memecah kesunyian malam, detak jam atau suara keluargamu yang tidurnya mendengkur. Dalam keheningan tersebut, pikiran akan lebih jernih dan dalam kejernihan pelajaran akan lebih mudah diserap dan dipahami. Tak usah takut akan gangguan setan, sebenarnya yang membuat takut itu hanyalah pikiran kita sendiri yang hanya membayangkan akan ketakutan terhadap sesuatu dengan kata lain kita takut akan bayangan kita sendiri, setan itu mahluk dari dimensi lain tak bisa menyentuh apalagi mencekikmu. Mereka paling hanya bisa menampakan diri saja, kalaupun terjadi cuekin aja nanti juga dia bosan sendiri tuh.

Dengar iringan musik

Selain bisa mengusir kejenuhan, musik juga dap[at membuatmu tambah rileks dan nyaman, tentu saja musiknya bukan sembarangan musik, tapi pilihlah musik yang berirama selaras seperti musik klasik yang mengalun tenang, lebih bagus lagi musik instumentalia. Selain membuatmu tambah rileks lagu-lagu klasik/instrumentalia juga dapat mempertajam kosentrasi dan perkembangan otak manusia.

Perlu diingat : musik klasik lebih baik untuk perkembangan dan kosentrasi otak manusia dibandingkan musik lainnya, karena musik klasik iramanya sangatlah selaras hingga otak akan lebih terangsang. Hal tentang pengaruh yang besar dari musik klasik akan di konsep selanjutnya.

Semoga tips untuk belajar lebih efektif ini bermanfaat untuk semuanya, terima kasih.

Read more...

Remaja dan Perilaku Seks Pranikah


Remaja adalah suatu fase perkembangan manusia dimana seseorang mengalami masa transisi, yaitu peralihan dari masa kanak-kanak ke masa dewasa. Batasan usia remaja menurut WHO (badan PBB untuk kesehatan dunia) adalah 12 sampai 24 tahun. Namun jika pada usia remaja seseorang sudah menikah, maka ia tergolong dalam dewasa atau bukan lagi remaja. Sebaliknya, jika usia sudah bukan lagi remaja tetapi masih tergantung pada orang tua (tidak mandiri), maka dimasukkan ke dalam kelompok remaja. Ketika seseorang mengalami masa remaja dia akan mengalami berbagai perubahan yang drastis, termasuk perubahan jasmani, sosial, emosi, dan perilaku. Hal ini mengakibatkan seorang remaja akan rentan terhadap pengaruh yang ditimbulkan oleh lingkungannya,.
Memang banyak perubahan pada diri seseorang sebagai tanda keremajaan, namun seringkali perubahan itu hanya merupakan suatu tanda-tanda fisik dan bukan sebagai pengesahan akan keremajaan seseorang. Pubertas yang dahulu dianggap sebagai tanda awal keremajaan ternyata tidak lagi valid sebagai patokan atau batasan untuk pengkategorian remaja sebab usia pubertas yang dahulu terjadi pada akhir usia belasan (15-18) kini terjadi pada awal belasan bahkan sebelum usia 11 tahun. Seorang anak berusia 10 tahun mungkin saja sudah (atau sedang) mengalami pubertas namun tidak berarti ia sudah bisa dikatakan sebagai remaja dan sudah siap menghadapi dunia orang dewasa. Ia belum siap menghadapi dunia nyata orang dewasa, meski di saat yang sama ia juga bukan anak-anak lagi. Berbeda dengan balita yang perkembangannya dengan jelas dapat diukur, remaja hampir tidak memiliki pola perkembangan yang pasti. Dalam perkembangannya seringkali remaja menjadi bingung karena kadang-kadang diperlakukan sebagai anak-anak tetapi di lain waktu remaja dituntut untuk bersikap mandiri dan dewasa.
Dalam masa-masa yang seperti disebutkan di atas, remaja seringkali terjebak dalam perilaku yang tidak baik. Hal ini bisa diakibatkan oleh emosi yang belum stabil dan rasa keingintahuan yang besar tanpa disertai oleh pemahaman yang cukup, serta proses aktualisasi diri. Perilaku tidak baik yang sering kali menghinggapi kalangan remaja diantaranya adalah terjerumus ke dalam penyalahgunaan narkoba atau miras, kekerasan (tawuran), vandalisme, dan perilaku tidak baik lainnya yang sering disebut dengan kenakalan remaja. Serta satu hal lagi perilaku tidak baik remaja yang cukup mengkhawatirkan yaitu perilaku seks pranikah. Dikatakan mengkhawatirkan karena perilaku seks pranikah selain tentu saja melanggar aturan agama dan norma-nroma yang ada di masyarakat, juga bisa menimbulkan resiko yang berbahaya seperti terkena penyakit kelamin, HIV/AIDS, atau bahkan terjadi kehamilan yang tidak diinginkan yang bisa memicu tindakan aborsi ilegal. Namun di sisi lain, perilaku seksual merupakan naluri alamiah setiap manusia yang cepat atau lambat di dalam diri setiap manusia akan timbul dorongan untuk melakukannya. Sehingga dalam hal ini tak jarang timbul konflik dalam diri remaja, masalah yang timbul yaitu akibat adanya dorongan seks dan pertimbangan moral sering kali bertentangan. Bila dorongan seks terlalu besar sehingga menimbulkan konflik yang kuat, maka dorongan seks tersebut cenderung untuk dimenangkan dengan berbagai dalih sebagai pembenaran diri.

Perilaku seksual ialah perilaku yang melibatkan sentuhan secara fisik anggota badan antara pria dan wanita yang telah mencapai pada tahap hubungan intim, yang biasanya dilakukan oleh pasangan suami istri. Sedangkan perilaku seks pranikah merupakan perilaku seks yang dilakukan tanpa melalui proses pernikahan yang resmi menurut hukum maupun menurut agama dan kepercayaan masing-masing individu. Perilaku seks pranikah ini memang kasat mata, namun ia tidak terjadi dengan sendirinya melainkan didorong atau dimotivasi oleh faktor-faktor internal yang tidak dapat diamati secara langsung (tidak kasat mata).
Pada seorang remaja, perilaku seks pranikah tersebut dapat dimotivasi oleh rasa sayang dan cinta dengan didominasi oleh perasaan kedekatan dan gairah yang tinggi terhadap pasangannya, tanpa disertai komitmen yang jelas, atau karena pengaruh kelompok (komunitas), dimana remaja tersebut ingin menjadi bagian dari kelompoknya dengan mengikuti norma-norma yang telah dianut oleh kelompoknya, dalam hal ini kelompoknya telah melakukan perilaku seks pranikah.

Faktor lain yang dapat mempengaruhi seorang remaja melakukan seks pranikah karena ia didorong oleh rasa ingin tahu yang besar untuk mencoba segala hal yang belum diketahui. Hal tersebut merupakan ciri-ciri remaja pada umumnya, mereka ingin mengetahui banyak hal yang hanya dapat dipuaskan serta diwujudkannya melalui pengalaman mereka sendiri. Disinilah suatu masalah acap kali muncul dalam kehidupan remaja karena mereka ingin mencoba-coba segala hal, termasuk yang berhubungan dengan fungsi ketubuhannya yang juga melibatkan pasangannya. Namun dibalik itu semua, faktor internal yang paling mempengaruhi perilaku seksual remaja sehingga mengarah pada perilaku seksual pranikah pada remaja adalah berkembangnya organ seksual. Kelenjar seks yang tetap bekerja bukan saja berpengaruh pada penyempurnaan tubuh, melainkan juga berpengaruh jauh pada kehidupan psikis, moral, dan sosial.
Cukup naïf bila kita tidak menyinggung faktor lingkungan, yang memiliki peran yang tidak kalah penting dengan faktor pendorong perilaku seksual pranikah lainnya. Faktor lingkungan ini bervariasi macamnya, ada teman sepermainan, pengaruh media dan televisi, bahkan faktor orang tua sendiri. Pada masa remaja, kedekatannya dengan teman sepermainannya sangat tinggi, maka tak heran bila remaja mempunyai kecenderungan untuk mengadopsi informasi yang diterima oleh teman-temannya, tanpa memiliki dasar informasi yang signifikan dari sumber yang lebih dapat dipercaya. Informasi dari teman-temannya tersebut, dalam hal ini sehubungan dengan perilaku seks pranikah, tak jarang menimbulkan rasa penasaran yang membentuk serangkaian pertanyaan dalam diri remaja. Untuk menjawab pertanyaan itu sekaligus membuktikan kebenaran informasi yang diterima, mereka cenderung melakukan dan mengalami perilaku seks pranikah itu sendiri.
Pengaruh media dan televisi pun sering kali diimitasi oleh remaja dalam perilakunya sehari-hari. Misalnya saja remaja yang menonton film remaja yang berkebudayaan barat, mereka melihat perilaku seks itu menyenangkan dan dapat diterima lingkungan. Hal ini pun diimitasi oleh mereka, terkadang tanpa memikirkan adanya perbedaan kebudayaan, nilai serta norma-norma dalam lingkungan masyakarat yang berbeda.

Selain itu perilaku yang tidak sesuai dengan tugas perkembangan remaja pada umumnya dapat dipengaruhi orang tua. Bilamana orang tua mampu memberikan pemahaman mengenai perilaku seks kepada anak-anaknya, maka anak-anaknya cenderung mengontrol perilaku seksnya itu sesuai dengan pemahaman yang diberikan orang tuanya. Hal ini terjadi karena pada dasarnya pendidikan seks yang terbaik adalah yang diberikan oleh orang tua sendiri, dan dapat pula diwujudkan melalui cara hidup orang tua dalam keluarga sebagai suami-istri yang bersatu dalam perkawinan. Kesulitan yang timbul kemudian adalah apabila pengetahuan orang tua kurang memadai menyebabkan sikap kurang terbuka dan cenderung tidak memberikan pemahaman tentang masalah-masalah seks anak. Akibatnya anak mendapatkan informasi seks yang tidak sehat.

Namun kadang kala perilaku seks pranikah dilakukan karena faktor “terlanjur”, pada awalnya perilaku tersebut dilakukan atas desakan atau paksaan dari lawan jenisnya tetapi pada masa selanjutnya perilaku tersebut dilakukan atas keinginan sendiri karena dorongan kebutuhan biologis. Hal tersebut ia lakukan berulang-ulang tanpa beban karena ia berpikir bahwa hal tersebut telah terlanjur pernah ia lakukan, faktor seperti ini umumnya terjadi pada remaja perempuan.

Terlepas dari itu semua, remaja sebagai penerus bangsa sudah seharusnya mengindari berbagai hal yang tidak baik termasuk perilaku seks pranikah. Karena sesungguhnya tanpa kontrol dan pemahaman yang baik, perilaku tersebut dapat menimbulkan akibat yang tidak diinginkan yang hanya dapat disesali dikemudian hari. Masih banyak hal-hal positif yang dapat dijadikan sebagai ajang penyaluran apresiasi, minat, bakat, dan kreatifitas remaja yang tentu saja akan jauh lebih bermanfaat. Untuk itu ketika akan melakukan sesuatu, remaja hendaknya memikirkan terlebih dahulu baik buruknya akibat yang akan ditimbulkan dari tindakan yang akan dilakukannya. Dan yang lebih penting, pemahaman mengenai ajaran agama dan norma-norma yang berlaku di masyarakat agar senantiasa dijaga.



Sumber:
- www.ms.wikipedia.org
- www.e-psikologi.com
- www.situs.kesrepro.info

Read more...

About This Blog

Blog Archive

  © Blogger templates ProBlogger Template by Ourblogtemplates.com 2008

Back to TOP